Sejak tahun 1970-an, perusahaan Kem Chick berdiri kokoh di kawasan Kemang, Jakarta Selatan sampai sekarang ini. Kem Chick adalah sebuah supermarket yg membidik segmen pasar khusus kelas A+ atau kelas atas, dan sebagian besar ekspatriat ( orang asing / bule ) yang ada di Jakarta. segmen pasar itu tetap dipertahankan sampai sekarang sehingga perusahaan Kem Chick tetap digandrungi & laris.
Om Bob Sadino sering sekali mendapat pertanyaan tentang Kem Chick itu. " Kenapa Kem Chick tidak buka cabang ? " padahal mungkin pikir mereka, untuk ukuran supermarket itu, buka cabang di tempat lain bukan hal yg sulit. tapi kenapa tidak ? kenapa tidak seperti Ranch Market yg walaupun datang belakangan tapi sudah punya banyak cabang ? mengapa tidak dibuat lebih besar seperti Carrefour ?

Tidak ada satu pun perusahaan besar yg menerapkan manajemen kerja seperti Bob sadino. itu kesimpulan yg saya dapat setelah mempelajari sejarah pertumbuhan Kem Chick seperti sekarang. menurut para pakar, manajemen terdiri atas 4 unsur pokok, yaitu Perencanaan ( planning ), pengorganisasian ( organizing ), kegiatan ( actuating ), dan pengawasan ( controlling ). 4 unsur itu sebagian dilakukan oleh bob sadino, sebagian tidak, dan sebagian lainnya dilakukan berlainan berlawanan dengan Teori.
Pada kisah blog saya sebelumnya, diceritakan tips-tips sukses pengusaha bob sadino memulai bisnis & masa kecilnya. sekarang, saya ingin menceritakan kisah om bob sadino membangun bisnisnya dari nol.
Ketika masih anak-anak, Bob sadino tidak pernah menyangka bahwa dia akan menjadi ikon entrepreneur di Indonesia. seperti yg pernah dilontarkannya dalam hidup, om bob sadino tidak pernah berharap, tidak punya banyak rencana, dan tidak pernah menetapkan banyak tujuan. banyak yg tidak percaya, tapi om bob sadino sudah menjalaninya itu semua dengan baik.
Pada umumnya, strategi bisnis orang etnis Arab berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu bisnis itu sendiri. mereka berorientasi pada kepuasan pelanggan ( Customer Satisfation ), kesetiaan pelanggan ( Loyality Customer ), dan Customer Engangement. namun, yang membedakan mereka adalah faktor budaya & etika sosial.
Untuk mengetahui ajaran bisnis orang arab, kita perlu mendapat gambaran tentang leluhur bangsa arab dalam mengajarkan bisnisnya pada anak cucunya. setiap perilaku budaya atau perilaku suatu etnis masyarakat yg menggambarkan identitas kebudayaan mereka, tidak bisa dilepaskan dari kondisi geografis tempat tinggal dimana mereka hidup. dalam hal ini, termasuk aktivitas bisnis orang arab tidak bisa dilepaskan dari kondisi geografis tersebut.
Ada banyak pengusaha etnis cina / tionghoa yg memulai bisnisnya dari nol. dalam berbisnis, mereka sama sekali belum memiliki banyak modal uang, hingga menjadi pebisnis sukses yg disegani banyak orang. awalnya, hal ini dilihat oleh banyak orang dengan sebelah mata, bahkan tidak dipandang. namun, semakin lama menjadi pengusaha sukses dengan aset besar hingga miliaran rupiah & menjadi orang terkenal.