Senin, 27 Juli 2015

Biaya Pendidikan Yang "Melangit"

      Hampir semua orangtua sepakat, warisan terbaik bagi buah hati adalah pendidikan. namun, membekali anak-anak kita dengan pendidikan tinggi yg baik, bukan perkara mudah dan murah. untuk bisa lulus sarjana S-1 saja, kebutuhan biaya mencapai ratusan juta rupiah. belum lagi kenaikan per tahunnya yg bisa melampaui tingkat Inflasi. bagaimana mengakalinya ?


Orangtua zaman sekarang sudah harus menyadari bahwa biaya pendidikan ini sudah harus dipikirkan dan dipersiapkan sejak anak lahir. jika anda belum melakukan, lakukan sedini mungkin dan lakukan sekarang juga, jangan menunggu. orangtua harus sudah memperkirakan berapa besar biaya yg dibutuhkan untuk setiap jenjang pendidikan yg akan dilalui sang anak. termasuk memperkirakan tingkat kenaikan per tahun. jangan lupa bahwa komponen biaya yg harus diperkirakan termasuk biaya hidup dan biaya terkait lainnya.

Mempersiapkan biaya pendidikan sejak dini untuk jangka waktu yg lama akan memberikan beberapa keuntungan. Pertama, timbulnya motivasi, prioritas, dan disiplin menyisihkan tabungan dari penghasilan/pemasukan secara rutin atau bulanan. jadi, semacam "cicilan" investasi. Kedua, memungkinkan memanfaatkan instrumen-instrumen investasi yg bisa memberikan potensi imbal hasil yg tinggi, misalnya saham atau reksadana saham [ equity fund ]. Ketiga, besarnya cicilan investasi per bulan menjadi relatif ringan & terjangkau.

Dalam konteks perencanaan keuangan, persiapan pendidikan masuk dalam skala prioritas ( kebutuhan ) utama. jika kita memiliki anak. anda yang kesulitan melakukan perencanaan pendidikan, kini banyak profesi perencana keuangan yang bisa membantu.

Bagaimana kalau biaya yg dibutuhkan sudah ada di depan mata, sementara tidak ada persiapan tabungan sebelumnya ? memang tidak banyak pilihan yg tersedia. di antaranya adalah mencari beasiswa, menjual atau menggadaikan aset, dan terakhir terpaksa berutang. untuk yg terakhir ini, usahakan mencari "pinjaman lunak" dari keluarga atau kerabat terdekat, atau jika terpaksa berutang ke bank, pastikan penghasilan anda mampu membayar cicilan utang hingga lunas.

Memyedihkan, memang. namun, itulah harga yg harus dibayar, jika kita tidak sempat merencanakan dan mempersiapkannya sejak dini.

Sumber :  Buku "Financial Wisdom"

Karya    :  Eko P. Pratomo













Tidak ada komentar:

Posting Komentar