Selasa, 18 Agustus 2015

Rebalancing Dalam Berinvestasi

      Menyikapi kondisi pasar apa pun, investor perlu memiliki strategi. pada dasarnya, keputusan investasi yg harus dilakukan investor berkisar di antara tiga keputusan, yaitu beli, jual, dan tahan. pertanyaan yg paling sering ditanyakan investor ( penanam modal ) yaitu : kapan waktu yg tepat mengambil salah satu keputusan di atas ? permasalahannya, tidak ada yg bisa mengetahui kapan waktu yg "tepat" itu.

Salah satu cara menyiasati kendala di atas adalah melalui penerapan manajemen portofolio investasi dengan menerapkan alokasi aset strategis jangka panjang. caranya para investor menerapkan tujuan investasi berdasarkan jangka waktu & membagi portofolio investasi mereka.

Jumat, 14 Agustus 2015

Belajar Banyak Hal Dari Pensiun

      Pada saat yg lalu, kita membahas secara singkat paling tidak ada 4 investasi menghadapi masa pensiun : investasi finansial ( keuangan ), investasi aktivitas, investasi kesehatan ( jiwa, raga, spiritual ), dan investasi pertemanan. mungkin sebelumnya kita tidak berpikir, untuk perkara pensiun saja, ada begitu banyak hal yg harus dipersiapkan. persiapan pensiun, memang memberikan banyak pelajaran hidup, jika kita serius ingin sejahtera di masa tua.

Minggu, 09 Agustus 2015

Kapan Merealisasikan Keuntungan ?

      Banyak investor ( penanam modal ) saham, obligasi, reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, sering bingung ketika memperoleh keuntungan. ada beberapa pertanyaan : misalnya, apakah saatnya menjual saham/obligasi atau unit reksadana ? apakah dijual seluruhnya atau sebagian ? kalau sudah dijual lalu diinvetasikan kemana ?

Biasanya, kebingungan ini muncul ketika investor berinvestasi dengan orientasi jangka pendek dan hanya melihat sisi satu jenis instrumen investasi. biasanya investor jenis ini menargetkan tingkat hasil investasi tertentu di periode tertentu untuk mengambil keputusan jual atau merealisasikan keuntungan, misalnya 5 % dalam sebulan.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Kriteria 4-M Di Rekreasi

      Bagi masyarakat yg tinggal di kota-kota besar, rekreasi merupakan salah satu kebutuhan utama. padatnya kesibukan dan beban pekerjaan, sering menimbulkan kelelahan fisik maupun jiwa dan kadang menimbulkan stres, membutuhkan penyegaran sebagai katup pelepasan. tak heran, masyarakat selalu menunggu akhir pekan untuk melakukan aktivitas rekreasi. bahkan, aura kegembiraan akhir pekan sudah terasa ketika hari jum'at tiba : TGIF ( Thanks God it's Friday ).

Melakukan rekreasi, sebagai salah satu kebutuhan utama, menjadi tidak masalah, ketika penghasilan keluarga mampu memenuhi anggaran pengeluaran yg sudah direncanakan. juga disiplin dalam pelaksanaannya serta tidak mengabaikan prioritas anggaran lain, seperti anggaran kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, serta tabungan untuk persiapan kebutuhan masa depan. urusan rekreasi bisa menjadi masalah, ketika tidak ada perencanaan anggaran dan keluarga memaksakan diri melakukan rekreasi yg dibiayai oleh fasilitas utang, misalnya kartu kredit ( credit card ).

Mewariskan Perusahaan

      Banyak pebisnis yang memiliki usaha keluarga tak pernah berpikir menjual perusahaannya. mereka ingin mempertahankan kepemilikan lalu mewariskan ke generasi penerus atau keturunannya.

Kalaupun perusahaan tersebut kelak membutuhkan dana untuk berekspansi, dengan menjual sebagian saham kepada publik, umumnya, saham mayoritas tetap dipertahankan. masuk akal, mengingat membangun perusahaan dan usaha ( bisnis ) memerlukan perjuangan & pengorbanan yg cukup besar.

Jumat, 07 Agustus 2015

Berakhirnya Uang Muka Ringan

      Cukup DP Rp 500.000, anda sudah bisa membawa pulang sepeda motor baru. begitu tulisan besar pada spanduk di beberapa lokasi atau iklan di media massa yg membuat penjualan sepeda motor meroket dalam beberapa tahun terakhir. tapi itu dulu. kini Bank Indonesia ( BI ) dan kementerian keuangan mengeluarkan peraturan baru dengan mematok uang muka atau down payment ( DP ) minimal pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dan empat antara 20 % - 30 %.

Tentu, peraturan tersebut terbit bukan tanpa alasan. BI dan kementerian keuangan pasti sudah menganalisis dan punya alasan kuat. salah satunya adalah menghindari risiko meningkatnya non-performing loan ( NPL ) alias kredit macet di perbankan dan perusahaan pembiayaan. satu langkah bijaksana, walau pasti selalu ada dampak dari setiap kebijakan.

Menciptakan Generasi Pengusaha Sejak Dini Dari Keluarga

   Pria, Wanita, Pengusaha, Ekonomi   Indonesia dengan populasi penduduknya yg mencapai sekitar 240 juta jiwa, sangat membutuhkan banyak pengusaha/pebisnis untuk menciptakan dan menambah lapangan pekerjaan. sayangnya, banyak lulusan perguruan tinggi yg masih berorientasi menjadi pegawai daripada menjadi pengusaha.

Hal ini tidak lepas dari budaya yg diciptakan di rumah. selama ini, para orangtua tidak mendorong anak-anak mereka menjadi pengusaha, tapi sebagai karyawan atau pegawai biasa. mungkin ada baiknya kita memulai mendidik & membiasakan anak-anak kita agar memiliki orientasi dan jiwa sebagai seorang pengusaha di masa mendatang.

Kamis, 06 Agustus 2015

Controlled Pain Dalam Mendidik Anak

      Seorang sahabat pernah menyampaikan istilah 'controlled pain'. saya ingin mencoba menghubungkan istilah itu dengan kondisi finansial suatu keluarga dengan bagaimana keluarga tersebut mendidik anak.

Suatu keluarga yg memiliki kemapanan finansial, seharusnya memiliki kemungkinan lebih besar memberikan bekal pendidikan yg baik bagi anak-anak mereka, mengingat biaya pendidikan yg semakin hari semakin besar. sayang, kemapanan finansial, terkadang bukan menjadi modal dalam mendidik anak, melainkan juga bisa menjadi racun, jika tidak menempatkan pada jalur yg benar.

Rabu, 05 Agustus 2015

Kemerdekaan Finansial ( Keuangan )

      Sering kita mendengar, tujuan finansial ( keuangan ) perencanaan keuangan keluarga adalah mencapai kebebasan finansial ( finacial freedom ). kebebasan finansial sering diartikan terpenuhinya segala kebutuhan dan keinginan hidup oleh penghasilan pasif ( passive income ), yakni penghasilan dari aset atau kekayaan yg kita miliki.

Minggu, 02 Agustus 2015

Tolak Ukur Kinerja Investasi

   Dollar, Lapangan, Nilai Tukar Dolar   Bagi masyarakat awam ( biasa ), tentu banyak yang bingung, untuk apa pergerakan indeks saham, seperti Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) di bursa efek yang diumumkan setiap hari. masih banyak masyarakat yang hanya mengenal deposito sebagai satu-satunya instrumen investasi finansial, karena tidak paham apa dan bagaimana berinvestasi di saham atau obligasi, dua instrumen dasar di pasar modal.

Memang, ada beberapa kendala investasi di kedua instrumen tersebut, seperti kemampuan menganalisis perusahaan, akses informasi perusahaan, dan pergerakan harga, dana cukup besar untuk membeli saham dari berbagai sektor ( untuk diversifikasi / mengurangi resiko ).

Perkenalkan, Nama Saya Inflasi

      Salah satu persoalan keuangan terbesar yg sering dikeluhkan hampir semua orang adalah biaya hidup yg terus meningkat. cobalah kita mengingat-ingat sejenak, berapa biaya-biaya atau harga-harga kebutuhan mendasar seperti kebutuhan rumah tangga, rumah, pendidikan, sepeda motor, mobil, sebelum krisis ekonomi tahun 1997. lalu, bandingkan dengan biaya atau harga kebutuhan yg sama tahun lalu.

Harga mobil baru sejenis minibus yg paling banyak digunakan masyarakat, misalnya tahun 1995 masih seharga Rp 40 Jutaan. kini harganya melambung di kisaran Rp 200 Jutaan, atau naik menjadi 5 kali lipat. jika menghitung kenaikan per tahun, rata-rata kenaikan harga adalah sekitar 11 % per tahun.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Membangun Optimisme

   Grafik, Pertumbuhan, Keuangan   Salah satu kunci keberhasilan untuk meraih kesuksesan adalah optimisme. optimisme membangkitkan semangat dan keyakinan menjadi energi positif dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang menghadang untuk mencapai tujuan.

Begitu juga dalam berinvestasi, khususnya di pasar saham, investor perlu memiliki beberapa optimisme. Pertama, saham perusahaan-perusahaan di bursa dalam jangka panjang dan secara agregat akan tumbuh sejalan dengan kinerja perusahaan dan pertumbuhan ekonomi. Kedua, dalam jangka panjang, lebih banyak terjadi pertumbuhan ekonomi daripada krisis. Ketiga, krisis ekonomi adalah hal wajar dalam perjalanan peradaban dunia dan dalam jangka panjang diharapkan akan terjadi pemulihan.